Tablet vs Notebook Untuk Navigasi Pesawat Terbang

Tablet vs Notebook Untuk Navigasi Pesawat Terbang

Game Ppsspp – Proyek EFB sudah dimulai sebelum tablet PC beredar luas. Saat itu, perusahaan-perusahaan penyedia solusi navigasi seperti Garmin dan Navtech juga membuat perangkat EFB. Sebelumnya, awak kabin juga menggunakan perangkat laptop untuk menyimpan dokumen yang dibutuhkan dalam format PDF. Kalkulasi juga dilakukan dengan laptop menggunakan software perusahaan. Lalu, bagaimana kinerja tablet jika dibandingkan dengan laptop sebagai EFB Ada beberapa alasan mengapa iPad dipilih, salah satunya adalah sistem operasi iOS yang diusungnya dianggap yang paling aman karena sifatnya yang tertutup sehingga mudah bagi departemen TI sebuah maskapai untuk mengamankannya.

Hardware yang tertutup juga membuat penggunanya sulit untuk memodifikasi perangkat, seperti prosesor, RAM, atau hard disk sehingga kontrol konfigurasi hardware juga lebih mudah. Kontrol inilah yang sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh FAA dan regulator lainnya. iPad lebih murah, mudah di-setting, dan relatif aman sehingga maskapai dengan mudah menggunakannya sebagai Personal Electronic Device (PED). Untuk mendapatkan sertifikasi FAA ini pun jalan yang ditempuh iPad tak mudah. Tablet PC ini harus melewati serangkaian uji coba, termasuk ketahanan terhadap dekompresi (perubahan tekanan udara drastis) dan radiasi elektromagnetik. Cara pemasangannya di dalam kabin pun tidak boleh sembarangan. Perangkat harus dalam kondisi aman saat tidak digunakan.

Ini untuk mengantisipasi jika pesawat dalam kondisi bahaya (seperti turbulensi), tablet PC ini tidak melayang-layang di kokpit dan mencederai awak kabin, atau merusak panel-panel lain di dalam kokpit. Perbedaan utama laptop dengan tablet adalah CPU-nya. CPU buatan Intel dan AMD dalam PC dan laptop menggunakan arsitektur x86, sementara CPU dalam tablet Apple atau Android mengusung arsitektur ARM. CPU dengan arsitektur x86 lebih mengutamakan performa, sementara ARM lebih mengutamakan efisiensi daya karena itu lebih cocok sebagai platform mobile.

Kedua arsitektur tersebut juga tidak kompatibel satu sama lain. Software yang dibuat untuk satu arsitektur tidak bisa dijalankan di arsitektur lain tanpa adapter. Namun laptop atau tablet tetap memiliki keunggulannya masing-masing. Laptop telah berevolusi selama dua dekade. Dalam beberapa aspek, laptop memiliki keunggulan seperti performa yang lebih tinggi dibanding tablet. Sistem yang dimiliki, seperti CPU, memori, dan media penyimpanan data memiliki spesifikasi lebih tinggi dibanding tablet. Karena spesifikasinya yang tinggi itulah harga laptop jadi mahal.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *