Apakah penyakit diabetes penyakit keturunan ?

Penyakit diabetes melitus adalah penyakit keturunan. Untuk merespon pernyataan ini bisa dijawab iya namun bisa pula dijawab tidak. Disebut penyakit keturunan karena memang potensi seorang anak dengan orang tua diabetes jauh lebih besar daripada anak yang terlahir dari orang tua yang sehat walafiat. Potensi ini akan jauh lebih meningkat apabila kedua orang tuanya juga memiliki penyakit yang sama.  Untuk menjelaskannya saat ini para ahlipun belum dapat menarik satu teori yang pasti bagaimana kecenderungan seorang anak lebih meningkat terhadap diabetes melitus saat melibatkan garis keturunan yang telah terkena diabetes.  Untuk hal ini tidak ada yang dapat kita lakukan. Karena tidak ada yang bisa memilih ingin dilahirkan dari rahim yang mana pada saat kita dilahirkan.

Namun sebenarnya ada yang lebih ganas lagi daripada sekedar diabetes keturunan. Karena ada tipe diabetes yang lebih banyak dipengaruhi oleh faktor gaya hidup yang tidak teratur. Pola hidup seenaknya, tidak disiplin, kurang gerak dan malas, terlalu banyak makanan dan minuman manis, menonton tv seharian, banyak mengkonsumsi cemilan tinggi garam dan merokok serta alkohol.  Justru tipe diabetes inilah yang paling banyak ditemukan di kalangan masyarkat kita. Hampir 90% penderita penyakit ini disebabkan oleh pola hidup seenaknya seperti yang telah dikatakan diatas. Jadi dari seluruh penderita diabetes melitus atau kencing manis, hanya sekitar 10% sampai 15% saja yang dikarenakan oleh faktor keturunan.

Jadi sangat tidaklah adil jika kita terus saja menyalahkan penyakit diabetes ini hanya karena keturunan. Walaupun kita memang memiliki orang tua dengan diabetes melitus, akan tetapi  jika kita mampu menjaga pola hidup sehat dengan disiplin, maka akan sangat mudah bagi kita untuk terhindar dari jenis penyakit satu ini.

Tetap berpikiran positif adalah salah satu cara menghindarkan diri dari penyakit ini. Selalu bersikap optimis dangan tidak lengah dalam menjalani hidup akan jauh lebih bermanfaat terhadap kesehatan kita. Ketimbang kita hanya meratapi nasib kita yang terlahir dari orang tua dengan diabetes melitus.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *